Never Lose Faith

rose in the wind

We will lose time.

So much time actually.

We will lose loved ones, too many.

We will lose moments and memories.

We will lose things that once meant the world to us

We will lose our sanity and ourselves.

But we must never lose faith.

Please do not ever lose faith.

Don’t wait for tomorrow, later will be better.

Lose sleep, lose smiles, but do not lose faith.

Never lose faith; later will be better.

View On WordPress

You may not see it today or tomorrow, but you will look back in a few years and be absolutely perplexed and awed by how every little thing added up and brought you somewhere wonderful - or where you always wanted to be. You will be grateful that things didn’t work out the way you once wanted them to.

(via halal-love-stories)

truth :)

A Little Space on Our Own

image

Meski telah menikah, kita tetap butuh ruang untuk diri sendiri. Hidup ini tidak hanya melulu tentang kita dan pasangan. Banyak hal-hal lain yang tak kalah pentingnya. Kita butuh menjalin relasi dengan teman-teman kita sendiri, menikmati me time dan mengaktualisasikan diri dalam aktifitas yang kita sukai.

Cinta sejati tidak pernah bersifat posesif dan mengekang. Seolah setelah bersama kita, dia jadi milik kita seorang. Sepenuhnya, seutuhnya. Tak ada ruang dan waktu untuk orang lain dalam hidupnya.

Saya sendiri, tak pernah melarang suami untuk ngumpul dengan kawan-kawannya. Dan suami juga mengerti, ada kalanya saya butuh sedikit waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman sesama ummahat. Sedikit rehat untuk menjauh sejenak dari rutunitas harian yang melelahkan. He gives me the freedom for being me, the real me.

Meskipun telah menikah dan memiliki anak, kami merasa butuh membangun pertemanan dan kehidupan lain di luar hubungan kami berdua.

We need a little space on our own. To renew and refresh the feeling of being loved and being missed. That is the important part of a healthy relationship.

“A healthy relationship isn’t so much about sense of humor or intelligence or attractive. It’s about avoiding partners with harmful traits and personality types. And then it’s about being with a good person. A good person on his own, and a good person with you. Where the space between you feels uncomplicated and happy. A good relationship is where things just work. They work because, whatever the list of qualities, whatever the reason, you happen to be really, really good together.” (Unknown)

~ Jakarta, mid of October 2014.. a special present for my other half :)

islamic-art-and-quotes:

Quran 57:4 – Surat al-Hadid

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ


And He is with you wherever you may be.

Originally found on: ro7-joody

islamic-art-and-quotes:

Quran 57:4 – Surat al-Hadid

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ
And He is with you wherever you may be.

Originally found on: ro7-joody

Bersujud dalam shalat witir, menghilangkan kegelisahan yang menghantui hati kita. Melapangkan hati yang sakit dan sedih.

Shalat witir, surga dan kebahagiaan di dunia.

@elmasrw • Dr Ahmad Isa al Mu’sharawi, ketua lajnah tashih al Quran di al Azhar, Doktor ilmu hadits Universitas al Azhar, Mesir 20/8/2014 (via twitulama)

autumn-whimsy:

October, and a rainy day. Life is good. (by jmeelin)

autumn-whimsy:

October, and a rainy day. Life is good. (by jmeelin)

Mencintai Tanpa Kehilangan Diri Sendiri

Mencintai Tanpa Kehilangan Diri Sendiri

beautiful flower..

“If you don’t see your worth, you’ll always choose people who don’t see it either. So love yourself first.”

Ketika membuka timeline Twitter pagi ini, mata saya tertuju pada satu berita dengan judul mencolok di akun sebuah portal media online. Setelah saya buka link URL-nya, ternyata isinya berita tentang seorang public figure A yang putus hubungan dengan kekasihnya, sebut saja si B. Banyak…

View On WordPress

The more a Muslim thinks of death, the better he acts in life.

islamic-quotes:

A beautiful women pleases the eye, but a veiled woman pleases the heart. If the first is a jewel, the second is a treasure

islamic-quotes:

A beautiful women pleases the eye, but a veiled woman pleases the heart. If the first is a jewel, the second is a treasure

islamic-art-and-quotes:

Peaceful Evening at Masjid Quba’ (The First Mosque of Islam) in Madinah

islamic-art-and-quotes:

Peaceful Evening at Masjid Quba’ (The First Mosque of Islam) in Madinah

Kencan Sederhana

retnocatur:

Tempo hari saya membaca postingan ini di Wives of Jannah "Life with small children isn’t easy. My youngest two kids are 3 years and 4 1/2 months. It’s no secret that many couples report lower levels of satisfaction in their marriage after the birth of their first child.

Sometimes you and your husband are just so darn tired. My husband and I have those moments where we are both dying for a chance to escape, lol.

Escape fantasies are normal. And right now, the fantasy is as exotic as eating alone and undisturbed over dinner. (Don’t think you are a bad mother for wanting to be completely alone for awhile…or wife for that matter! Trust me, your husband has his escapist thoughts too, and his fantasy island may have only one single chair on the sand.)

But this passes too. Just understand that when you have to adults tired and stressed out to the tunes of nagging, whining, and clingy toddlers, plus a crying and screaming baby - to roll with it as best as you can, not take each other’s grumpiness personal, except both of you want a break, and nobody wants to change another diaper.

Cranky people make grumpy comments. It ain’t mushy, romantic, and lovey-dovey. Let it go, and focus on the end goal. Getting those little people to sleep so you CAN both spend some time alone, even if it means laying in bed in utter silence and falling asleep next to each other within 180 seconds :D”

***

Membaca ini saya jadi ingat masa-masa saya belum hamil. Delapan bulan setelah nikah, baru saya hamil Hana. Selama masa delapan bulan itulah kami pacaran :D. 

Karena saya sempat kerja kantoran di Jakarta dan Pak Catur ngantor di Ciawi, sempat ada masanya, kami kencan hanya saat makan malam di warung. Yang mana, beliau nunggu saya turun dari bis Jakarta-Sukabumi, lalu makan bareng di warung pinggir jalan. Atau saat kami motoran Jakarta-Ciawi seminggu sekali. 

Salah dua kencan favorit saya kala itu adalah: motoran muter-muter Rancamaya atau daerah Tapos. Tapos ini dulunya peternakan sapi, tapi kini sudah mirip hutan.

"Ngapain sih Dhe ke situ. Nggak ada apa-apa di sana," seloroh Pak Catur kalau saya minta ke Tapos. 

Tumbuh di kampung Wanadadi, Banjarnegara, beliau memang sudah terbiasa dengan pemandangan hutan begitu. Sesuatu yang justru langka buat saya yang tumbuh di kota besar. Karena itulah, saya sukaaa banget duduk-duduk di situ. Menikmati rindang pohon, kicau burung, embusan angin, hening. So peaceful.

***

Sejak menjadi ibu, kuantitas kami kencan di luar pun makin berkurang. Kali terakhir kami makan berdua di luar mungkin beberapa minggu setelah saya lahiran Hana. Jenuh dengan rutinitas ibu baru, saya minta kami makan di luar berdua. Jadilah Hana kami titipkan pada Ibu saya—setelah Hana saya susui sampai kenyang, lalu kami makan malam di: warung pecel lele dekat rumah! Saking dekatnya, sampai jalan kaki ke situ aja nggak nyampe 5 menit, hahaha :))

Apalagi sejak Fatih lahir. Kami nggak pernah pergi berdua tanpa anak-anak. Pak Catur sendiri sebenarnya bukan tipe yang suka hang out dan jalan-jalan. Saat makan enak sendirian, beliau sering keingetan kami. Pernah saat masih ngantor, beliau ada acara pertemuan di suatu hotel. Pulang-pulang, beliau ngasih beberapa potong risoles terbungkus kertas tisu untuk saya. “Buat Mama. Kan Mama suka risol.”

*** 

Tidak seperti Pak Catur, dulu saya suka jalan-jalan dan hang out. Saya suka melintas jalan tol yang lengang. Menonton kerlap-kerlip lampu di malam hari. Saya juga suka menembus keramaian, mengamati tanpa terlibat di dalamnya. Dan dulu saya juga menikmati ngumpul bersama teman-teman: jajan bareng, nonton, ngobrol ngalor ngidul.

Menikah dengan Pak Catur yang pria rumahan, pelan-pelan membuat saya berubah. “Jalan-jalan di luar kan biasanya makan, Ma. Mahal. Sayang uangnya. Mending makan di rumah, main sama anak-anak,” ujar beliau :).

Maka rutinitas jalan-jalan kami pun sederhana saja: motoran bareng anak-anak keliling daerah rumah, sambil anak-anak minum susu. Atau ke tamann bawa es krim, dan makan es krim di sana. Sangat sederhana :)

***

Lambat laun, saya pun berkompromi dengan definisi kencan. Bahwa kencan bisa berupa: malam-malam membungkusi manik-manik bahan prakarya jualan saya. Atau makan mi instan bareng tengah malam, sambil nonton film, sementara anak-anak pulas.

Atau ketika kami berkendara pulang. Sementara anak-anak tidur di jok tengah, saya pindah ke jok depan. Kami berdua di depan, sambil mendengarkan murottal. 

Atau bahkan, kencan bisa berupa: tilawah bareng usai shalat Maghrib. Saya menyimak bacaan beliau, lalu gantian beliau menyimak bacaan saya. 

Kencan-kencan sederhana. Sangat sederhana :)    

image

Sumber gambar: gigisplace9.com