Sharing, Why Not?

vintage sewing

Ada kebahagiaan tersendiri setiap mendengar ada teman yang mulai tertarik belajar jahit, ikut kursus sampai berhasil menyelesaikan baju atau karya perdananya. Senang karena artinya, bisa saling berbagi ilmu baru dan tips-tips oke lainnya dengan mereka yang memiliki minat yang sama di bidang ini.

Seseorang pernah berpesan kepada saya:jangan pernah pelit sharing ilmu, karena yang namanya ilmu itu…

View On WordPress

Writing means sharing. It’s part of the human condition to want to share things - thoughts, ideas, opinions.

Paulo Coelho

Pilihan Terbaik

bucket full of flowers

Hendaklah seorang muslim mengetahui, bahwa pilihan dari Allah untuknya itu lebih baik daripada pilihannya untuk dirinya. Karena bisa saja ia meminta banjir yang mana dia justru tenggelam dalam arusnya. Maksudnya, mungkin saja dia meminta sesuatu yang justru membahayakan dan menenggelamkan dirinya sendiri.

Apabila seorang hamba menyerahkan keputusannya pada hikmah dan ketetapanNya, dan dia yakin…

View On WordPress

I know of nothing more useful to you than four matters: surrender to Allah, to humbly entreat Him, to think the best of Him, and to perpetually renew your repentance to Him, even if you should repeat a sin seventy times in a day.

Ibn Ata’illah (via poeticislam)

O you who sold yourself for the sake of something that will cause you suffering and pain, and which will also lose its beauty, you sold the most precious item for the cheapest price, as if you neither knew the value of the goods nor the meanness of the price. Wait until you come on the Day of mutual loss and gain and you will discover the injustice of this contract.

Ibn Qayyim Al Jawziyyah (rahimahullah)


We will never surrender, insha Allah!

We will never surrender, insha Allah!

We will never surrender, insha Allah!


iya, kamu …

iya, kamu …

iya, kamu …

iya, kamu …

iya, kamu …

ما قيمة هذه الدنيا التي تتعلقون بها ؟ ..


“What is the value of this world that you cling to?

(via idle-handss)

gadisoktober:

untuk segenap penjuru hidup, bahkan dalam hal-hal yang terkecil sekalipun, bagaimana segala ruang lingkup hidup kita wujudkan rasa-rasa yang bikin kita merasa itulah bahgia.
saya selalu percaya, Tuhan menentukan tiap garis takdir kita dengan cinta dan kasih sayangNya, yang kadangnya kita merasa itu luka tapi sebenarnya itulah—cinta.
Iman, moga engkau menyubur. menggerakkan amal yang bersungguh-sungguh karena Tuhan.
l Ramadhan, AlFaqirilallah l

gadisoktober:

untuk segenap penjuru hidup, bahkan dalam hal-hal yang terkecil sekalipun, bagaimana segala ruang lingkup hidup kita wujudkan rasa-rasa yang bikin kita merasa itulah bahgia.

saya selalu percaya, Tuhan menentukan tiap garis takdir kita dengan cinta dan kasih sayangNya, yang kadangnya kita merasa itu luka tapi sebenarnya itulah—cinta.

Iman, moga engkau menyubur. menggerakkan amal yang bersungguh-sungguh karena Tuhan.

l Ramadhan, AlFaqirilallah l

lionofallah:

Ramadan Revelations: Day Sixteen
Since childhood we see our mothers and sisters working in the kitchen, doing the daily routine household chores of our home.
When we grow up, many of us think that housework is beneath them, and some of us even feel that it will undermine our status and position if we help our wives and families with this work.
In doing so, we easily forget how the Prophet (sallallahu alayhi wa sallam) behaved when he was in his home.
His beloved wife Aisha (radiallaahu ‘anhaa) was asked about what the Messenger of Allâh (sallallaahu ‘alayhi wa sallam) used to do in his house, she said,

"He used to serve and help his family, then when the time for prayer came, he would go out to pray." 
(Reported by al-Bukhaari, al-Fath, 2/162).

More Inspiration | www.LionofAllah.com

lionofallah:

Ramadan Revelations: Day Sixteen

Since childhood we see our mothers and sisters working in the kitchen, doing the daily routine household chores of our home.

When we grow up, many of us think that housework is beneath them, and some of us even feel that it will undermine our status and position if we help our wives and families with this work.

In doing so, we easily forget how the Prophet (sallallahu alayhi wa sallam) behaved when he was in his home.

His beloved wife Aisha (radiallaahu ‘anhaa) was asked about what the Messenger of Allâh (sallallaahu ‘alayhi wa sallam) used to do in his house, she said,

"He used to serve and help his family, then when the time for prayer came, he would go out to pray."

(Reported by al-Bukhaari, al-Fath, 2/162).

More Inspiration | www.LionofAllah.com

Karena Menyetrika Itu Menyenangkan! :D

lovely iron :)

Bagi kebanyakan wanita dan ibu rumah tangga, tugas main mobil-mobilan alias menyetrika bukan termasuk list pekerjaan rumah yang difavoritkan. Berdasarkan survey kecil-kecilan ala saya, ketika mereka ditanya apa pekerjaan rumah yang paling tidak disukai, jawabannya adalah: nyetrika!

Banyak yang beralasan bahwa nyetrika itu ngebosenin karena proses pengerjaannya makan waktu lama. Trus juga bikin…

View On WordPress

Sang Guru

menuntut ilmu jalan menuju surga

Kemarin sore, alhamdulillah saya dimudahkan Allah untuk kembali duduk menyimak langsung nasehat seorang guru yang lama tidak saya hadiri majlisnya. Ada rasa rindu dan haru mendengar suara beliau yang khas. Melihat wajah beliau walau hanya sekilas lewat layar LCD. Beliau, yang majlisnya telah lama dirindukan, akhirnya Allah perkenankan saya untuk menghadirinya lagi.

Beliau adalah al Ustadz Yazid…

View On WordPress

SPN : Menikahi Potensi

Diskusi mencerahkan beberapa waktu yang lalu tentang bahasan paling populer sepanjang masa (baca:menikah) telah memberikan satu titik cerah untuk melihat seseorang yang akan kita tuju sebagai pasangan hidup. Dari sini, aku mendapat satu perspektif baru dalam memandang manusia. Manusia yang kita lihat hari ini sejatinya tidak sebenar-benarnya, dalam artian bahwa setiap manusia memakai topeng. Sejatinya dalam diri manusia terkandung masa lalu dan masa depan.

Bila dia cantik hari ini, jangan mudah tergoda kecantikannya. Karena kita belum pernah bertemu dia saat usia diatas 50 tahun kan? Ketika keriput memenuhi sekujur tubuhnya. Saat dia kaya hari ini, jangan mudah tergoda. Sebab kekayaan itu tidak ada yang hakiki. Sesuatu yang melekat pada manusia dan berasal dari luar dirinya tidak ada yang hakiki. Popularitas, kecantikan/ketampanan, kekayaan, jabatan, semuanya hanyalah label yang sifatnya bisa lepas-pasang. Bahkan bisa dibangung dengan pencitraan, make-up salon, dan lain-lain.

Tapi mari, hari ini kita akan belajar melihat sesorang dari potensi. Potensi adalah sesuatu yang ada didalam diri seseorang. Potensi itu lahir dari karakter-karakter yang melekat pada seseorang. Dan kita bisa melihat masa depan seseorang hanya dengan melihat dia hari ini.

Ketika kita melihat seseorang, lihatlah potensinya. Apakah dia berpotensi menjadi seseorang yang berpengaruh, berpotensi menjadi ayah yang baik, berpotensi menjadi seseorang yang sukses, berpotensi menjadi ibu yang luar biasa, berpotensi menjadi kaya raya, berpotensi membangun umat, lihatlah potensi itu. Dan tentu potensi tertinggi adalah apakah dia berpotensi masuk surga dan kita bisa turut serta berjalan bersamanya?

Bila hari ini dia miskin, atau hari ini dia masih belajar. Tidak masalah. Bila hari ini dia kesulitan, atau dia belum mencapai pencapaian standar-standar dunia. Jangan takut. Bukankah membersamai perjalanan seseorang dari titik nol-nya adalah sebuah hal yang menarik sekaligus menantang?

Ingat, lihatlah potensi itu. Bila kita menuntut seseorang mapan (secara materi), ingatlah bahwa itu tidak melekat. Lihatlah karakternya, sebab dalam kondisi apapun, karakterlah yang akan menolong seseorang ketika jatuh, pun ketika terbang tinggi.

Menikahlah dengan potensi seseorang. Gunakanlah mata hatimu untuk melihat seseorang hari ini dengan refleksi masa depan. Lihatlah potensi itu, ajaklah berbicara atau berdiskusi, kenalilah pikiran dan karakternya. Karena di sana ada banyak hal yang tertutupi oleh paras, oleh harta, oleh parameter-parameter dunia.

Menikahlah dengan potensinya. Sebab kamu tidak akan menikah hanya hari ini. Ketika dia masih cantik/tampan. Ketika dia masih kaya. Iya kan?

Bandung, 8 Juli 2014 | (c)kurniawangunadi