Ketika saya memutuskan untuk menikahi seseorang, saya harus yakin bahwa dialah orang yang paling saya inginkan untuk menghabiskan hidup bersama-sama. Membesarkan anak, melewati masa-masa sulit, membaca buku berdua, berbagi mimpi dan cita-cita. Dia haruslah orang yang paling saya inginkan untuk berada di sisi, ketika dunia tak lagi ramah menyapa. Pilihlah dengan siapa kita akan berbagi momen-momen itu. Pilih hati-hati, dengan istikharah dan pertimbangan yang matang. Jangan karena khawatir nggak dapat jodoh, nggak enak omongan orang atau dikejar target menikah. Lalu asal saja, yang penting status berubah. Tidak, karena hidup kita selanjutnya, masa depan anak-anak kita kelak sangat tergantung dari pilihan yang akan kita buat.
Pilihlah hanya karena Allah. Choose for your love, then love your choice. Dan ketika pertanyaan “kapan nikah?” itu mampir lagi di telinga, jangan biarkan ia mengusik perasaan, melainkan jadikan ia cambuk untuk memperbaiki diri, lagi dan lagi. Karena Allah memasangkan seseorang sesuai dengan kadar keimanannya. Keep positive-thinking and husnuzhon to Allah. Karena Dia adalah sebagaimana persangkaan hambaNya terhadapNya, right? :)
Subhanalloh. Really inspiring! :)