Hajr (Mengingatkan, -ed.) yang indah, adalah hajr yang tidak menimbulkan bahaya, pemaafan yang indah adalah pemaafan tanpa celaan, sabar yang indah adalah sabar tanpa mengeluh kepada makhluk. (Risalah al ‘Ubudiyah, Ibnu Taymiyyah)
Knowledge is a matter of deen, so be careful who you take your deen from.
Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada hamba-hambaKu “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka” (al Isra: 53),
Dalam hadits shahih, “ucapan yang baik adalah sedekah”.
Kadang kita mengatakan ucapan yang pedas yang melukai perasaan saudara kita selama beberapa hari.
Dengan keridhaan, hidup kan terasa indah. Dengan senyuman, beban kan terasa ringan. Dengan do’a, cita-cita kan tercapai. Ya Allah berikanlah kepada saudara-saudaraku jiwa yang ridha, dada yang lapang, serta hati yang selalu berjalan dalam ketaatan padaMu.
@ibrahim_alfares - Dr Ibrahim al Faaris Dosen jurusan Tarbiyah di Universitas Malik Su’ud KSA, spesialis bidang madzhab kontemporer.
(via twitulama)

Sebagian ahli hikmah berkata, “Carilah dan perbanyaklah ilmu. Sebab sedikit ilmu itu identik dengan sedikit kebaikan, sedangkan banyak ilmu identik dengan banyak kebaikan. Adapun orang yang banyak ilmu, dia tentu selalu mengharapkan kebaikan. “
“Perkara paling utama adalah mencari tambahan ilmu. Sebab, orang yang membatasi ilmunya dan merasa cukup dengannya pasti akan keras kepala. Perasaan superiornya akan menghalanginya dari mendapatkan manfaat. Dengan belajar, seseorang dapat mengetahui kesalahannya.”
(Ibnul Jauzi dalam Shaidul Khatir hal. 158)
Sebagian penuntut ilmu dari kalangan Salaf berkata:
Semangatlah pada setiap ilmu, niscaya kan kau gapai cita-cita.
Jangan hanya satu ilmu karena malas berusaha..
~ Dari buku Gila Baca ala Ulama halaman 37, penerbit Pustaka Arafah
Abu Hatim berkata, “Yang wajib dilakukan oleh orang yang berakal adalah agar dia dicintai manusia karena kebaikan akhlaknya dan meninggalkan akhlak yang buruk. Karena akhlak yang baik akan melelehkan kesalahan bagaikan panas matahari melelehkan es
@dr_alshoreka - Dr. Abdullah Al Syurikah, Imam dan Khatib Masjid Ad Duwailah, Kuwait.
(via twitulama)
The shield of the scholar is, ‘I don’t know’, so If he leaves it down, his attacker will strike him.
Imam Ahmad ditanya, dalam kondisi beliau telah beruban, “Sampai kapan engkau bersama makhbarah (bak tinta) itu? (maksudnya dalam belajar dan menulis ilmu -pent)”, beliau pun menjawab dengan ungkapan yang terkenal, “Ma’al makhbarah ilal maqbarah, terus bersama bak tinta hingga sampai di kubur”.
Engkau dinilai berdasarkan ruh, bukan dari jasadmu! Manusia itu saat telah mati jasadnya dikubur di bumi, sedangkan ruhnya diangkat ke langit.
(via twitulama)
Sifat-sifat batin wanita dan akhlaknya tidak nampak hakikatnya kecuali setelah menikah. Betapa banyak wanita yang dipuji akan sifat-sifatnya kemudian di kemudian hari ternyata sifat-sifatnya malah sebaliknya
Qatadah berkata: Barangsiapa yang tidak mengenal ikhtilaf para ulama, maka ia belum mencium aroma ilmu fiqh.
(via twitulama)@mishari_alafasy - Syaikh Misyari Rasyid Al Afasy, qari’ yang masyhur di Timur Tengah dan Indonesia, Imam Masjid besar Kuwait dan alumnus Universitas Islam Madinah Fakultas Studi Islam dan Al Qur’an
Ditanyakan kepada Sufyan ats tsauri, “Kepada siapa kami bermajelis?” “Kepada seseorang yang jika melihatnya engkau ingat Allah, amalannya mendorong kalian kepada akhirat, dan ucapannya menambah ilmu kalian.
Fatwa itu bukan berasal dari pengalaman ulama, bukan juga didasarkan pada perasaan dan kecenderungan sang mufti. Fatwa adalah amanah yang harus ditunaikan oleh seorang Mufti berdasarkan dalil dan kaidah syariat.
Ibnul Jauzi menasehati orang alim dan pencari ilmu,
“Sebaiknya engkau mempunyai tempat khusus di rumahmu untuk menyendiri. Disana engkau bisa membaca bukumu dan menikmati indahnya petualangan pikiranmu.”
Jangan bayangkan kalau iman itu hanya sekedar akidah dan keyakinan di hati semata yang menyebabkan orang yang memilikinya masuk ke dalam surga tanpa cobaan dan ujian. Ujian adalah sunatullah yang senantiasa dialami setiap muslim.
@dr_alyahya - Dr. Yahya bin Ibrahim Al Yahya, doktor dalam bidang ilmu hadits, pernah menjabat sebagai dosen dan wakil rektor bidang kemahasiswaan Universitas Islam Madinah.
(via twitulama)